Harga Batu Bara Meroket Indikator Ekonomi Global Pulih Benarkah
VIVA â" Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gajah Mada (UGM), Fahmi Radi mengatakan, kenaikan harga batu bara melebihi US$100 per Metrik Ton (MT) sebagaimana yang terjadi saat ini, diakuinya memang agak di luar dugaan.
Dia pun memperkirakan bahwa kenaikan harga batu bara itu antara lain disebabkan oleh mulai beroperasinya perusahaan-perusahaan atau industri, yang menggunakan batu bara dan mulai beroperasi kembali setelah gelombang pandemi COVID-19.
"Saya kira secara global kenaikan harga batu bara ini bisa menjadi satu indikator pemulihan ekonomi di pasar global," kata Fahmi saat dihubungi VIVA, dikutip Sabtu 11 September 2021.
Baca juga: Jadi Menhan, Kekayaan Prabowo Subianto Naik Rp77 Miliar